Cara Share Koneksi Internet Antar PC
Untuk konfigurasi setting share internet :
Pada Host Komputer (Yg dipasang modem/PC utama)
1. Masuk ke Control panel
2. Klik Network and Internet Connections --> Network Connections
3. Klik kanan koneksi yang Anda gunakan untuk melakukan koneksi ke internet. Dalam hal ini
kita gunakan koneksi dial-up ceria.
4. klik Properties --> tab Advanced
5. Dibawah Internet Connection Sharing, pilih Allow other network users to connect through
this computer's Internet connection.
6. Jika Anda berbagi dial-up koneksi Internet, pilih Establish a dial-up connection whenever a
computer on my network attempts to access the Internet lalu klik OK.
7. Setelah itu akan muncul pesan
When Internet Connection Sharing is enabled, your LAN adapter will be set to use
IP address 192.168.0.1. Your computer may lose connectivity with other computers on
your network. If these other computers have static IP addresses, it is a good idea to set them
to obtain their IP addresses automatically. Are you sure you want to enable Internet
Connection Sharing?
8. klik YES. Sambungan ke Internet yang dipakai bersama-sama ke komputer lain pada jaringan
area lokal (LAN). Adaptor jaringan yang terhubung ke LAN dikonfigurasi dengan alamat IP
statis 192.168.0.1 dan subnet mask dari 255.255.255.0
Pada komputer klien (PC satunya)
Untuk menghubungkan ke Internet dengan menggunakan koneksi bersama, Anda harus
mengkonfirmasi konfigurasi IP adapter LAN, kemudian mengkonfigurasi komputer klien. Untuk
mengkonfirmasi konfigurasi IP adapter LAN, ikuti langkah berikut:
1. Masuk ke Control panel
2. Klik Network and Internet Connections --> Network Connections
3. Klik Local Area Connection --> Properties --> Tab GeneraL
4. Klik Internet Protocol (TCP/IP) di dalam daftar This connection uses the following items
--> klik properties
5. Di kotak dialog Internet Protocol (TCP/IP) Properties, klik use the following IP address.
Anda dapat menetapkan sebuah alamat IP statis di kisaran 192.168.0.2 sampai 192.168.0.254.
Misalnya, Anda dapat menetapkan sebagai berikut alamat IP statis, subnet mask, dan default
gateway:
IP Address 192.168.0.2
Subnet mask 255.255.255.0
Default gateway 192.168.0.1
6. Pada Local Area Connection Properties klik OK.
Untuk mengkonfigurasi komputer klien untuk menggunakan share koneksi internet, ikuti
langkah berikut:
1. Masuk ke Control panel
2. Klik Network and Internet Connections
3. klik Internet Options
4. pada kotak dialog Internet Properties dialog box, klik tab Connections.
5. klik Setup.Connection Wizard starts
6. Pada New Connection Wizard page --> next
7. Klik Connect to the Internet --> next
8. Klik Set up my connection manually --> next
9. klik Connect using a broadband connection that is always on --> next
10. Setelah Completing the New Connection Wizard, klik finish
Begitu aja, semoga berhasil.. :)
Regards,
Cuteit79.blogspot.com
Kamis, 08 Oktober 2009
Plus Minus Tecno Wirrelless Phone
Spektrum tersebar
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: Cuteit79_literatur.dat
Spektrum tersebar (Bahasa Inggris: spread spectrum) adalah sebuah metode komunikasi dimana semua sinyal komunikasi disebar di seluruh spektrum frekuensi yang tersedia. Lebarnya pita frekuensi yang digunakan, tergantung kepada teknolgi yang digunakan.
Daftar isi
• 1 Latar Belakang
• 2 Sekilas Teknologi Spektrum Tersebar
• 3 Keuntungan-keuntungan
o 3.1 Faktor Keamanan
o 3.2 Efisiensi Manajemen Frekuensi
o 3.3 Throughput yang Lebih Besar
• 4 Masalah-masalah Dalam Spektrum Tersebar
• 5 Operator Berbasis Spektrum Tersebar (3G) di Indonesia
Latar Belakang
Gambar 1: GSM menggunakan timeslot dan frequency slot
Metode spektrum tersebar pada awalnya digunakan untuk kepentingan militer yang sangat peduli dengan aspek keamanan. Dengan menggunakan metode ini, penggunaan frekuensi memang kurang efisien, namun menjadi sulit untuk dicuri-dengar (sniff). Hal ini berbeda dengan dua teknologi sebelumnya yaitu, GSM (Global System for Mobile communication) dan AMPS (Analog Mobile Telephone System), yang menggunakan timeslot dan/atau frequency slot
Sekilas Teknologi Spektrum Tersebar
GSM menggunakan timeslot dan frequency slot
Teknologi komunikasi Generasi Ketiga (3G) dan Generasi Keempat (4G) dan seterusnya, menggunakan metode spektrum tersebar. Pada saat ini ada dua cabang teknologi spektrum tersebar di dalam 3G, yaitu: Wideband CDMA (W-CDMA) dan CDMA 2000 1xEV-DO (CDMA: Code Division Multiple Access, EV-DO: EVolution Data Optimized). W-CDMA (atau dikenal juga dengan UMTS - Universal Mobile Telephony System) adalah pengembangan dari teknologi GSM yang dipelopori oleh 3G Partnership Project [1] sedangkan CDMA2000 dipelopori oleh 3GPP2 [2].
Dalam W-CDMA digunakan spektrum sebesar 5Mhz untuk satu kanal frekuensi pembawa (frequency carrier), sedangkan pada CDMA 2000 digunakan pita selebar 1,25 Mhz (Lihat Gambar 2). CDMA2000 1xRTT berarti teknologi tersebut menggunakan satu buah kanal selebar 1,25 Mhz dan CDMA2000 3xRTT berarti menggunakan tiga kanal dengan lebar masing-masing sebesar 1,25 Mhz. Sedangkan RTT adalah singkatan dari Radio Transmission Technology. Kedua teknologi (W-CDMA dan CDMA) tidak saling kompatibel, yang berarti pengguna W-CDMA tidak bisa mendapatkan layanan di CDMA. Bahkan dalam implementasi praktisnya, kedua teknologi ini sesungguhnya bersaing.
Keuntungan-keuntungan
Faktor Keamanan
Keuntungan pertama penggunaan spektrum tersebar, terutama dibandingkan dengan metode TDMA pada GSM adalah kemampuannya untuk kebal jamming, sehingga sangat sulit untuk dicuri-dengar oleh orang lain. Dan bila pun pada tingkat frekuensi radio bisa dilakukan jamming, komunikasi yang terjadi tetap tidak bisa diketahui karena sinyal sudah 'terenkripsi' pada saat terjadinya pengkodean. Jamming dapat dilakukan bila kita mengetahui timeslot dan/atau frequency slot pada saat terbentuknya sebuah komunikasi.
Hubungan antara forward Kode dari BTS dan reverse PN dari MS
Efisiensi Manajemen Frekuensi
Keuntungan kedua dari teknologi spektrum tersebar adalah penggunaan frekuensi yang sama. Dengan metode ini, dalam satu buah sel (yang biasanya terdiri atas 3 sektor) tidak perlu melakukan manajemen frekuensi dan dapat menggunakan frekuensi yang sama. Sebagai kebalikannya, pada teknologi GSM, setiap sektor di dalam sebuah sel harus menggunakan frekuensi yang berbeda. Sebuah BTS (Base Transciever Station) membentuk sebuah sel dimana di dalam sel tsb ada 3 (tiga) sektor yang dikenal sebagai sektor alpha (α), sektor beta (β) dan sektor gamma (γ). Dalam setiap sektor tersedia ratusan communication resource yang disebut Kode. W-CDMA menggunakan Orthogonal Vector Spreading Factor (OVSF) sedangkan CDMA 2000 menggunakan Walsh Code sebagai metode pengkodean
Sebuah mobile station dilayani oleh sektor PN=292
Dalam metode spektrum tersebar, setiap sektor dibedakan dengan Pseudorandom Number (PN), biasa dikenal dengan PN Offset (Lihat Gambar 3). Sebuah mobile station (MS) yaitu terminal yang digunakan oleh pelanggan (dapat berupa perangkat genggam atau pun perangkat berbasis PCMCIA yang digunakan untuk notebook), akan melakukan perhitungan matematis yang disebut konvolusi untuk bisa mencari MS dengan nilai terbaik. Secara teoritis, nilai konvolusi antara sebuah sektor dengan MS adalah 1 (satu). Namun tentu saja, secara praktikal tidak demikian. Dalam praktikalnya, dicari nilai konvolusi yang mendekati 1. Salah satu sifat dari spektrum tersebar adalah sikap 'diskriminatif'. BTS lebih memilih untuk melayani MS yang memiliki nilai konvolusi terbaik dan 'membiarkan' MS lain yang nilai konvolusinya lebih buruk.
[sunting] Throughput yang Lebih Besar
Sebuah koneksi MS-BTS dalam sebuah sesi, minimal memiliki 1 (satu) buah Kode Fundamental; dan bila MS menginginkan throughput yang lebih tinggi maka dapat memintan Kode Tambahan melalui SCAM (Supplemental Code Assignment Message) ke BTS yang bersangkutan. Penambahan kode ini biasanya bersifat sementara dan sangat cepat waktu penggunannya (skalanya hanya beberapa detik). Pada Gambar 4, terlihat sebuah MS sedang dilayani oleh sektor PN=292 dan mendapat 4 (empat) buah Walsh Code sebagai kanal komunikasi. CDMA2000 memberikan kecepatan akses sebesar 153 Kbps, sehingga dikategorikan teknologi 2,5G.
Dalam sebuah sektor terdapat ratusan Kode sebagai sumber daya (resource) komunikasi yang bisa digunakan. Satu kode merepresentasikan satu kanal sebesar 9,6 Kbps, namun setting ini pun tergantung kepada operator. Bila pada suatu ketika, sebuah MS membutuhkan throughput yang lebih besar (misal, saat browsing), maka MS akan meminta tambahan kode ke BTS dan throughput meningkat. Bila tidak dibutuhkan lagi, tambahan kode ini akan 'dilepas' dan dapat digunakan untuk pelanggan lain.
Masalah-masalah Dalam Spektrum Tersebar
Masalah-masalah yang biasa timbul sebagai konsekuensi dari implementasi teknologi ini adalah:
1. Pengkerutan sel (cell breathing).
2. Polusi sinyal pilot (pilot pollution).
Untuk mengatasi masalah ini, operator harus melakukan optimasi secara reguler.
[sunting] Operator Berbasis Spektrum Tersebar (3G) di Indonesia
Di Indonesia pada saat ini, operator yang menggunakan W-CDMA adalah:
• Telkomsel.
• Excelcomindo.
• Indosat GSM.
• Cyber Access Communication (Sudah beroperasi dengan nama PT. HCPT nama komersil 3).
• Natrindo (operasional terbatas).
Sedangkan operator berbasis CDMA 2000 adalah:
• TelkomFlexi.
• Esia.
• Mobile8.
• Indosat StarOne.
• Sampoerna Telekomunikasi (Ceria), dulu: Mandara Seluler.
• Wireless Indonesia Network (merger dengan primasel).
• Primasel (belum beroperasi).
Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Spektrum_tersebar"
Kategori: Radio
Tampilan
• Halaman
• Pembicaraan
• Sunting
• ↑
• Versi terdahulu
Peralatan pribadi
• Masuk log / buat akun
Pencarian
Navigasi
• Halaman Utama
• Perubahan terbaru
• Peristiwa terkini
• Halaman sembarang
Komunitas
• Warung Kopi
• Portal komunitas
• Bantuan
wikipedia
• Perihal Wikipedia
• Pancapilar
• Kebijakan
• Menyumbang
Buat buku
• Tambah halaman
• Bantuan
Kotak peralatan
• Pranala balik
• Perubahan terkait
• Halaman istimewa
• Versi cetak
• Pranala permanen
• Buat PDF
• Kutip artikel ini
Bahasa lain
• Deutsch
• Ελληνικά
• English
• Español
• فارسی
• Suomi
• Français
• Italiano
• 日本語
• Nederlands
• Polski
• Português
• Русский
• Basa Sunda
• 中文
• Halaman ini terakhir diubah pada 00:13, 8 April 2009.
• Teks tersedia di bawah Lisensi Atribusi/Berbagi Serupa Creative Commons; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.
• Kebijakan privasi
• Perihal Wikipedia
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: Cuteit79_literatur.dat
Spektrum tersebar (Bahasa Inggris: spread spectrum) adalah sebuah metode komunikasi dimana semua sinyal komunikasi disebar di seluruh spektrum frekuensi yang tersedia. Lebarnya pita frekuensi yang digunakan, tergantung kepada teknolgi yang digunakan.
Daftar isi
• 1 Latar Belakang
• 2 Sekilas Teknologi Spektrum Tersebar
• 3 Keuntungan-keuntungan
o 3.1 Faktor Keamanan
o 3.2 Efisiensi Manajemen Frekuensi
o 3.3 Throughput yang Lebih Besar
• 4 Masalah-masalah Dalam Spektrum Tersebar
• 5 Operator Berbasis Spektrum Tersebar (3G) di Indonesia
Latar Belakang
Gambar 1: GSM menggunakan timeslot dan frequency slot
Metode spektrum tersebar pada awalnya digunakan untuk kepentingan militer yang sangat peduli dengan aspek keamanan. Dengan menggunakan metode ini, penggunaan frekuensi memang kurang efisien, namun menjadi sulit untuk dicuri-dengar (sniff). Hal ini berbeda dengan dua teknologi sebelumnya yaitu, GSM (Global System for Mobile communication) dan AMPS (Analog Mobile Telephone System), yang menggunakan timeslot dan/atau frequency slot
Sekilas Teknologi Spektrum Tersebar
GSM menggunakan timeslot dan frequency slot
Teknologi komunikasi Generasi Ketiga (3G) dan Generasi Keempat (4G) dan seterusnya, menggunakan metode spektrum tersebar. Pada saat ini ada dua cabang teknologi spektrum tersebar di dalam 3G, yaitu: Wideband CDMA (W-CDMA) dan CDMA 2000 1xEV-DO (CDMA: Code Division Multiple Access, EV-DO: EVolution Data Optimized). W-CDMA (atau dikenal juga dengan UMTS - Universal Mobile Telephony System) adalah pengembangan dari teknologi GSM yang dipelopori oleh 3G Partnership Project [1] sedangkan CDMA2000 dipelopori oleh 3GPP2 [2].
Dalam W-CDMA digunakan spektrum sebesar 5Mhz untuk satu kanal frekuensi pembawa (frequency carrier), sedangkan pada CDMA 2000 digunakan pita selebar 1,25 Mhz (Lihat Gambar 2). CDMA2000 1xRTT berarti teknologi tersebut menggunakan satu buah kanal selebar 1,25 Mhz dan CDMA2000 3xRTT berarti menggunakan tiga kanal dengan lebar masing-masing sebesar 1,25 Mhz. Sedangkan RTT adalah singkatan dari Radio Transmission Technology. Kedua teknologi (W-CDMA dan CDMA) tidak saling kompatibel, yang berarti pengguna W-CDMA tidak bisa mendapatkan layanan di CDMA. Bahkan dalam implementasi praktisnya, kedua teknologi ini sesungguhnya bersaing.
Keuntungan-keuntungan
Faktor Keamanan
Keuntungan pertama penggunaan spektrum tersebar, terutama dibandingkan dengan metode TDMA pada GSM adalah kemampuannya untuk kebal jamming, sehingga sangat sulit untuk dicuri-dengar oleh orang lain. Dan bila pun pada tingkat frekuensi radio bisa dilakukan jamming, komunikasi yang terjadi tetap tidak bisa diketahui karena sinyal sudah 'terenkripsi' pada saat terjadinya pengkodean. Jamming dapat dilakukan bila kita mengetahui timeslot dan/atau frequency slot pada saat terbentuknya sebuah komunikasi.
Hubungan antara forward Kode dari BTS dan reverse PN dari MS
Efisiensi Manajemen Frekuensi
Keuntungan kedua dari teknologi spektrum tersebar adalah penggunaan frekuensi yang sama. Dengan metode ini, dalam satu buah sel (yang biasanya terdiri atas 3 sektor) tidak perlu melakukan manajemen frekuensi dan dapat menggunakan frekuensi yang sama. Sebagai kebalikannya, pada teknologi GSM, setiap sektor di dalam sebuah sel harus menggunakan frekuensi yang berbeda. Sebuah BTS (Base Transciever Station) membentuk sebuah sel dimana di dalam sel tsb ada 3 (tiga) sektor yang dikenal sebagai sektor alpha (α), sektor beta (β) dan sektor gamma (γ). Dalam setiap sektor tersedia ratusan communication resource yang disebut Kode. W-CDMA menggunakan Orthogonal Vector Spreading Factor (OVSF) sedangkan CDMA 2000 menggunakan Walsh Code sebagai metode pengkodean
Sebuah mobile station dilayani oleh sektor PN=292
Dalam metode spektrum tersebar, setiap sektor dibedakan dengan Pseudorandom Number (PN), biasa dikenal dengan PN Offset (Lihat Gambar 3). Sebuah mobile station (MS) yaitu terminal yang digunakan oleh pelanggan (dapat berupa perangkat genggam atau pun perangkat berbasis PCMCIA yang digunakan untuk notebook), akan melakukan perhitungan matematis yang disebut konvolusi untuk bisa mencari MS dengan nilai terbaik. Secara teoritis, nilai konvolusi antara sebuah sektor dengan MS adalah 1 (satu). Namun tentu saja, secara praktikal tidak demikian. Dalam praktikalnya, dicari nilai konvolusi yang mendekati 1. Salah satu sifat dari spektrum tersebar adalah sikap 'diskriminatif'. BTS lebih memilih untuk melayani MS yang memiliki nilai konvolusi terbaik dan 'membiarkan' MS lain yang nilai konvolusinya lebih buruk.
[sunting] Throughput yang Lebih Besar
Sebuah koneksi MS-BTS dalam sebuah sesi, minimal memiliki 1 (satu) buah Kode Fundamental; dan bila MS menginginkan throughput yang lebih tinggi maka dapat memintan Kode Tambahan melalui SCAM (Supplemental Code Assignment Message) ke BTS yang bersangkutan. Penambahan kode ini biasanya bersifat sementara dan sangat cepat waktu penggunannya (skalanya hanya beberapa detik). Pada Gambar 4, terlihat sebuah MS sedang dilayani oleh sektor PN=292 dan mendapat 4 (empat) buah Walsh Code sebagai kanal komunikasi. CDMA2000 memberikan kecepatan akses sebesar 153 Kbps, sehingga dikategorikan teknologi 2,5G.
Dalam sebuah sektor terdapat ratusan Kode sebagai sumber daya (resource) komunikasi yang bisa digunakan. Satu kode merepresentasikan satu kanal sebesar 9,6 Kbps, namun setting ini pun tergantung kepada operator. Bila pada suatu ketika, sebuah MS membutuhkan throughput yang lebih besar (misal, saat browsing), maka MS akan meminta tambahan kode ke BTS dan throughput meningkat. Bila tidak dibutuhkan lagi, tambahan kode ini akan 'dilepas' dan dapat digunakan untuk pelanggan lain.
Masalah-masalah Dalam Spektrum Tersebar
Masalah-masalah yang biasa timbul sebagai konsekuensi dari implementasi teknologi ini adalah:
1. Pengkerutan sel (cell breathing).
2. Polusi sinyal pilot (pilot pollution).
Untuk mengatasi masalah ini, operator harus melakukan optimasi secara reguler.
[sunting] Operator Berbasis Spektrum Tersebar (3G) di Indonesia
Di Indonesia pada saat ini, operator yang menggunakan W-CDMA adalah:
• Telkomsel.
• Excelcomindo.
• Indosat GSM.
• Cyber Access Communication (Sudah beroperasi dengan nama PT. HCPT nama komersil 3).
• Natrindo (operasional terbatas).
Sedangkan operator berbasis CDMA 2000 adalah:
• TelkomFlexi.
• Esia.
• Mobile8.
• Indosat StarOne.
• Sampoerna Telekomunikasi (Ceria), dulu: Mandara Seluler.
• Wireless Indonesia Network (merger dengan primasel).
• Primasel (belum beroperasi).
Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Spektrum_tersebar"
Kategori: Radio
Tampilan
• Halaman
• Pembicaraan
• Sunting
• ↑
• Versi terdahulu
Peralatan pribadi
• Masuk log / buat akun
Pencarian
Navigasi
• Halaman Utama
• Perubahan terbaru
• Peristiwa terkini
• Halaman sembarang
Komunitas
• Warung Kopi
• Portal komunitas
• Bantuan
wikipedia
• Perihal Wikipedia
• Pancapilar
• Kebijakan
• Menyumbang
Buat buku
• Tambah halaman
• Bantuan
Kotak peralatan
• Pranala balik
• Perubahan terkait
• Halaman istimewa
• Versi cetak
• Pranala permanen
• Buat PDF
• Kutip artikel ini
Bahasa lain
• Deutsch
• Ελληνικά
• English
• Español
• فارسی
• Suomi
• Français
• Italiano
• 日本語
• Nederlands
• Polski
• Português
• Русский
• Basa Sunda
• 中文
• Halaman ini terakhir diubah pada 00:13, 8 April 2009.
• Teks tersedia di bawah Lisensi Atribusi/Berbagi Serupa Creative Commons; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.
• Kebijakan privasi
• Perihal Wikipedia
Kumpulan Literatur Tecnologi Information Update
CDMA 2000 1x
Written by Cuteit79
Monday, 10 November 2008 06:23
Code Division Multiple Access (CDMA) adalah teknologi berbasis spread spectrum yang mengijinkan banyak user menempati kanal radio yang sama pada waktu yg bersamaan. Diterapkan pada system IS-95, J-STD-008 dan lain-lain. Dalam sistem CDMA tiap user menggunakan kode unik yang berbeda satu sama lain, dan kross korelasi antar kode sangat kecil. Setiap data yang akan dipancarkan terlebih dahulu akan ditebar (spreading) dengan mengunakan kode spreading, sehingga memungkinkan adanya multiple access. Jaringan CDMA terdiri dari empat subsistem : Mobile Station (MS), Base Transceiver Subsistem (BSS), Mobile Switching Subsistem (MSS) dan Operation & Maintenance Subsistem (OMM). MS dan BSS dapat berkomunikasi secara langsung, sedangkan komunikasi antara BSS dan MSS diterapkan melalui standar interface A. Interface lainnya seperti B, C, D, E, H, M, N, O dan P melambangkan interface di antara kesatuan fungsional. Ai, Di and Pi adalah interface system untuk interkoneksi dengan jaringan komunikasi yang lain.
Jaringan sistem CDMA memiliki kelebihan yang sangat penting dibandingkan dengan jaringan sistem yang lainnya.
1. Cakupan yang luas
Dalam sistem komunikasi bergerak perbandingan antara CDMA dan GSM secara teori radius cakupan CDMA 2 kali lebih luas dibandingkan dengan sistem GSM. Untuk mencakup area 1000 km2, dibutuhkan hanya 50 BTS pada sistem CDMA, tetapi pada sistem GSM dibutuhkan 200 BTS. Jumlah BTS yang lebih sedikit untuk area cakupan yang sama berarti pengurangan investasi peralatan yang besar bagi operator.
2. Kapasitas yang besar
Pada penggunaan spectrum yang sama kapasitas CDMA lebih besar 4-5 kali dari GSM atau 10 kali dari teknologi yang masih menggunakan jaringan analog.
3. Kualitas suara yang tinggi
Sistem CDMA menjamin kualitas suara yang tinggi. Noise chip dapat secara dinamik mengatur kecepatan transmisi data dan memilih sebuah level yang berbeda untuk transmisi berdasarkan pada batas tingkatan yang sesuai.
4. Sistem yang aman bagi kesehatan Dalam sistem CDMA menggunakan teknologi kontrol daya yang berbeda, sehingga daya rata-rata menurun dan radiasi lebih rendah dibandingkan dengan sistem GSM, dimana dipastikan sistem tersebut dapat digunakan secara aman.
5. Perencanaan frekuensi yang sederhana dan ekspansi yang mudah Pengguna dapat diidentifikasikan berdasarkan kode sequence yang berbeda, oleh karena itu carrier CDMA yang berbeda dapat digunakan pada cell yang berdekatan dan jaringan dapat dirancang secara fleksibel dan di ekspansi secara mudah.
6. Performansi yang mengagumkan dan tahan terhadap interferensi
CDMA menggunakan 3 macam kode yang digunakan yaitu, Walsh Code (WC), Short PN Code (SPC), Long PN Code (LPC). Walsh Code merupakan pengkodean yg digunakan untuk membedakan user satu dengan user lainnya dalam satu BTS. Short PN Code digunakan untuk membedakan BTS satu dengan BTS lainnya Long PN Code digunakan sebagai identitas handset untuk masalah keamanan, sifatnya unik, sehingga nomor kode handset di seluruh dunia tidak ada yg sama. CDMA 2000 1X merupakan evolusi dari IS-95B yang dapat disebarkan dalam existing kanal CDMA dan mencakup peningkatan meliputi :
• Kecepatan paket data 144 kbps
• Menaikan kapasitas suara 2 kali
• Menaikan standby time 2 kali
• Perbaikan handoff
Handoff
Handoff merupakan perpindahan MS dari tempat awal ke tempat yang lainnya. Dibawah ini adalah jenis-jenis handoff pada sistem CDMA 2000 1x.:
a. Soft Handoff
Soft handoff terjadi ketika perpindahan MS menuju cangkupan BTS yang lain dengan frekuensi kanal CDMA yang sama. Dalam jenis handoff ini, pada saat MS memulai untuk berkomunikasi dengan BTS yang baru, komunikasi dengan BTS yang original tidak langsung putus. Soft Handoff hanya bisa pada frekuensi kanal CDMA yang sama.
- Softer Handoff
Softer handoff merupakan perpindahan MS antara frekuensi kanal CDMA yang sama dalam BTS yang sama tapi dengan sektor yang berbeda.
b. Hard Handoff
Pada handoff jenis ini, MS akan mengalami putus hubungan terlebih dahulu dari BTS original dan dikoneksikan dengan BTS yang baru. Hard handoff biasanya terjadi pada saat frekuensi kanal CDMA yang berbeda atau antara MSC yang berbeda.
Cuteit79.blogspot.com
ANALISIS DAN UJI PERFORMANSI JARINGAN CDMA 2000 1X STUDI KASUS INDOSAT STAR ONE, TELKOM FLEXY DAN ESIA UNTUK WILAYAH BANDUNG
ANALYSIS AND PERFORMANCE TEST NETWORK CDMA 2000 1X CASE STUDI AT INDOSAT STAR ONE, TELKOM FLEXY AND ESIA IN BANDUNG AREA
IT TELKOM
Comments
Add New
Search
Write comment
Powered by !http://www.Cuteit79.blogspot.com
Written by Cuteit79
Monday, 10 November 2008 06:23
Code Division Multiple Access (CDMA) adalah teknologi berbasis spread spectrum yang mengijinkan banyak user menempati kanal radio yang sama pada waktu yg bersamaan. Diterapkan pada system IS-95, J-STD-008 dan lain-lain. Dalam sistem CDMA tiap user menggunakan kode unik yang berbeda satu sama lain, dan kross korelasi antar kode sangat kecil. Setiap data yang akan dipancarkan terlebih dahulu akan ditebar (spreading) dengan mengunakan kode spreading, sehingga memungkinkan adanya multiple access. Jaringan CDMA terdiri dari empat subsistem : Mobile Station (MS), Base Transceiver Subsistem (BSS), Mobile Switching Subsistem (MSS) dan Operation & Maintenance Subsistem (OMM). MS dan BSS dapat berkomunikasi secara langsung, sedangkan komunikasi antara BSS dan MSS diterapkan melalui standar interface A. Interface lainnya seperti B, C, D, E, H, M, N, O dan P melambangkan interface di antara kesatuan fungsional. Ai, Di and Pi adalah interface system untuk interkoneksi dengan jaringan komunikasi yang lain.
Jaringan sistem CDMA memiliki kelebihan yang sangat penting dibandingkan dengan jaringan sistem yang lainnya.
1. Cakupan yang luas
Dalam sistem komunikasi bergerak perbandingan antara CDMA dan GSM secara teori radius cakupan CDMA 2 kali lebih luas dibandingkan dengan sistem GSM. Untuk mencakup area 1000 km2, dibutuhkan hanya 50 BTS pada sistem CDMA, tetapi pada sistem GSM dibutuhkan 200 BTS. Jumlah BTS yang lebih sedikit untuk area cakupan yang sama berarti pengurangan investasi peralatan yang besar bagi operator.
2. Kapasitas yang besar
Pada penggunaan spectrum yang sama kapasitas CDMA lebih besar 4-5 kali dari GSM atau 10 kali dari teknologi yang masih menggunakan jaringan analog.
3. Kualitas suara yang tinggi
Sistem CDMA menjamin kualitas suara yang tinggi. Noise chip dapat secara dinamik mengatur kecepatan transmisi data dan memilih sebuah level yang berbeda untuk transmisi berdasarkan pada batas tingkatan yang sesuai.
4. Sistem yang aman bagi kesehatan Dalam sistem CDMA menggunakan teknologi kontrol daya yang berbeda, sehingga daya rata-rata menurun dan radiasi lebih rendah dibandingkan dengan sistem GSM, dimana dipastikan sistem tersebut dapat digunakan secara aman.
5. Perencanaan frekuensi yang sederhana dan ekspansi yang mudah Pengguna dapat diidentifikasikan berdasarkan kode sequence yang berbeda, oleh karena itu carrier CDMA yang berbeda dapat digunakan pada cell yang berdekatan dan jaringan dapat dirancang secara fleksibel dan di ekspansi secara mudah.
6. Performansi yang mengagumkan dan tahan terhadap interferensi
CDMA menggunakan 3 macam kode yang digunakan yaitu, Walsh Code (WC), Short PN Code (SPC), Long PN Code (LPC). Walsh Code merupakan pengkodean yg digunakan untuk membedakan user satu dengan user lainnya dalam satu BTS. Short PN Code digunakan untuk membedakan BTS satu dengan BTS lainnya Long PN Code digunakan sebagai identitas handset untuk masalah keamanan, sifatnya unik, sehingga nomor kode handset di seluruh dunia tidak ada yg sama. CDMA 2000 1X merupakan evolusi dari IS-95B yang dapat disebarkan dalam existing kanal CDMA dan mencakup peningkatan meliputi :
• Kecepatan paket data 144 kbps
• Menaikan kapasitas suara 2 kali
• Menaikan standby time 2 kali
• Perbaikan handoff
Handoff
Handoff merupakan perpindahan MS dari tempat awal ke tempat yang lainnya. Dibawah ini adalah jenis-jenis handoff pada sistem CDMA 2000 1x.:
a. Soft Handoff
Soft handoff terjadi ketika perpindahan MS menuju cangkupan BTS yang lain dengan frekuensi kanal CDMA yang sama. Dalam jenis handoff ini, pada saat MS memulai untuk berkomunikasi dengan BTS yang baru, komunikasi dengan BTS yang original tidak langsung putus. Soft Handoff hanya bisa pada frekuensi kanal CDMA yang sama.
- Softer Handoff
Softer handoff merupakan perpindahan MS antara frekuensi kanal CDMA yang sama dalam BTS yang sama tapi dengan sektor yang berbeda.
b. Hard Handoff
Pada handoff jenis ini, MS akan mengalami putus hubungan terlebih dahulu dari BTS original dan dikoneksikan dengan BTS yang baru. Hard handoff biasanya terjadi pada saat frekuensi kanal CDMA yang berbeda atau antara MSC yang berbeda.
Cuteit79.blogspot.com
ANALISIS DAN UJI PERFORMANSI JARINGAN CDMA 2000 1X STUDI KASUS INDOSAT STAR ONE, TELKOM FLEXY DAN ESIA UNTUK WILAYAH BANDUNG
ANALYSIS AND PERFORMANCE TEST NETWORK CDMA 2000 1X CASE STUDI AT INDOSAT STAR ONE, TELKOM FLEXY AND ESIA IN BANDUNG AREA
IT TELKOM
Comments
Add New
Search
Write comment
Powered by !http://www.Cuteit79.blogspot.com
Tutorial my Blog With Seem my ideas
Blog ini di buat pada tanggal 9 Oktober 2009 pada jam 01.53 am dengan ide yang telah tertuang lama demi pengembangan keilmuan saya berbagi sesama muslim di Indonesia. Dan tak lepas pula akan referensi - referensi yang telah saya dapatkan dari berbagai pemandangan para ahli technologi informatika. Harapan saya semoga kedepannya ilmu yang saya dapatkan selama ini dapat bermanfaat bagi orang - orang yang membutuhkan. Dan tak lupa atas kritik dan saran - saran yang membangun demi kemajuan blog ini. Tak lupa saya ucapkan terima kasih....
Langganan:
Postingan (Atom)